Empat Oknum LSM di Tangkap Polsek Rumbia Lamteng

Beritatransparansi.com, Lampung Tengah – Kepolisian Sektor Rumbia Lampung Tengah berhasil ringkus 4 orang tersangka yang berinisial UM (50), MJS (32), HRN (52), dan YLS (28) telah melakukan pemerasan terhadap warga kampung Restu Baru kecamatan Rumbia, Sabtu (4/3/17).

 

Aksi pemerasan tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 03 Maret 2017 sekira pukul 21.00 wib di kamp. Rekso Binangun kec. Rumbia kab. Lamteng. Korban bernama Wayan kemudian melaporkan hal tersebut kepada Polsek Rumbia dan tercatat didalam buku laporan nomor: Lp/ 69-B/ lll/ 2017/lgp/ Res Lamteng/sek rumbia tertanggal 04 Maret 2017.

 

“Laporan tersebut langsung kami tindaklanjuti, dan kami berhasil menangkap 4 orang,” ujar Kapolsek rumbia, AKP. Edi Qorinas saat ekspose perkara, Senin (6/3/17).

 

Kapolsek menerangkan bahwa modus keempat pelaku adalah berpura-pura sebagai anggota dari LSM kelompok tani yang dikoordinatori oleh korban bernama Wayan Murjaya anak dari Nyoman Reber (49) warga kampung Restu Baru kecamatan Rumbia.

 

Dikatakannya pelaku meminta melakukan pertemuan dirumah Kadio, dalam pertemuan tersebut para pelaku mengatakan bahwa apa yang sudah dikerjakan oleh kelompok tani yang dikomandoi oleh Wayan tentang bantuan pemerintah tersebut memiliki masalah.

 

“Kami akan meneruskan permasalahan ini ke pengadilan jika tidak menyerahkan uang 22 juta Rupiah,” ujar Kapolsek menirukan laporan dari korban.

 

Karena dianggap terlalu besar nominal yang diminta, korban mengatakan tidak dapat menyanggupi permintaan pelaku.

 

Tidak berhenti sampai disitu, tambah Kapolsek, pelaku terus berusaha untuk menekan korbannya lalu kemudian pelaku menurunkan permintaannya sebesar 18 juta Rupiah dan kembali korban mengatakan tidak menyanggupinya.

 

Karena tidak dapat menyanggupi apa yang diminta pelaku, akhirnya pelaku menanyakan berapa besaran uang yang sedang dimiliki korban saat itu.

 

“Korban saat itu memiliki uang Rp. 1.800.000, namun yang diambilnya sebesar Rp. 1.200.000, dan sisanya besok siang” ujar kapolsek kepada awak media.

 

Atas aksi keempat pelaku tersebut bisa dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang Tindak Pidana Pemerasan.

Barang Bukti yang sudah diamankan

Kapolsek juda sudah mengantongi beberapa alat bukti berupa 2 unit handycam, uang sebesar Rp 3.200.000, (tiga juta dua ratus ribu rupiah), 5 unit Hp, kartu anggota komisi pembela hukum dan hak asasi manusia, kartu anggota satu pembaharuan, 1 (satu) bendel surat keputusan komisi pembela hukum dan hak asasi manusia, 1 (satu ) unit mobil suzuki Apv nopol BE 2177 Q, dan 4 buah tas selendang. (Tam/red)