Barang Bukti Siap Edar, EM Pengedar Narkoba di Ciduk Polresta Tanggerang.

BeritaTransparansi.co.id, Tanggerang -Satuan reserse (Satres) narkoba Polresta Tangerang Polda Banten berhasil menangkap satu orang pelaku diduga tindak pidana penyalahgunaan narkoba jenis Shabu di Kecamatan Sukadiri, Tangerang, Senin malam (6/8/2019).

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir melalui Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif kepada awak media membenarkan adanya penangkapan satu orang tersangka tindak pidana narkotika jenis Shabu berdasarkan oleh informasi masyarakat sekitar.

Tersangka yang berhasil diamankan atas nama EM (44) Wiraswasta, yang merupakan warga Sukadiri Kabupaten Tangerang. 

“Alhamdulillah adanya informasi masyarakat sekitar dan LP / 168  / A / VIII / RES.4.2 / Resta.Tng.Tanggal : 06 Agustus 2019. EM berhasil kita amankan tanpa adanya perlawanan. Tersangka juga mengakui barang haram tersebut miliknya yang siap untuk diedarkan,” terang Sabilul Jum’at (9/8/2019).

Baca Juga:  Perkuat Jajaran, Bawaslu adakan Workshop Penanganan Pelanggaran Pidana Pemilihan

Dijelaskan Sabilul, dari tangan tersangka EM, ditemukan barang bukti narkotika golongan I bukan tanaman jenis Shabu sebanyak 1 bungkus plastik klip bening besar yang berisikan narkotika golongan I bukan tanaman jenis Shabu.

“Atas perbuatannya kini tersangka harus menerima resikonya dengan dikenakan pasal 112 ayat (1) Jo 132 ayat (1), pasal 127 UU No 35 Th 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan penjara minimal selama 4 tahun,” ungkap Sabilul

“Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolresta Tangerang guna proses lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari narkoba dan mohon peran aktif tokoh masyarakat untuk bisa bantu polisi dan berantas narkoba dengan cara melaporkan ke Polisi terdekat.

Baca Juga:  Kapolda Banten : Selamat dan Sukses Atas Terlaksananya Rakernas SMSI

“Mengawasi prilaku anak-anak kita dan awasi rumah-rumah kontrakan yang segitu rawan digunakan sebagai tempat transaksi,” tutup Edy. (0KI)