Dugaan Pungli di Lingkungan Lapas Serang, Ini Kata Kalapas

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Dugaan Pungli yang dilakukan oleh Oknum Petugas Lapas Klas IIA Serang Terhadap Warga Binaan, dengan tegas dibantah oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IIA Serang, Senin, (10/6/2019).

Kalapas Klas II Serang, Suherman mengatakan, jika tulisan yang dimuat di beberapa media pada pertengahan bulan Mei lalu tentang dugaan Pungli baru ia tanggapi setelah hari raya Idul Fitri, dikarenakan dirinya ingin khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa dan tidak ingin terganggu dengan adanya permasalahan yang belum dapat dibenarkan.

“Saya tahu dan membaca juga kok di media cetak juga ada, dugaan pungli, gak ada yang bisa dibenar, diminta ini itu, silahkan aja tanya sendiri satu persatu WBP disini ada atau tidak yang dimintai uang oleh petugas untuk ini itu, karena masih puasa saya diemin aja dulu. Ini baru kita mau ambil tindakan,” kata Kalapas Suherman saat ditemui di ruangannya.

Menurut Suherman, dengan dimuatnya tulisan seperti itu tanpa ada bukti yang ditunjukan membuat nama baik Lapas Klas IIA Serang Tercoreng. Dirinya mengaku terbuka kepada awak media jika ingin melakukan konfirmasi dan menyampaikan informasi seputar Lapas Klas IIA Serang.

Baca Juga:  Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, CMSE 2020 Digelar Virtual

“Saya senang dengan rekan media dan tidak pernah menutupi informasi apapun. Jika memang ada silahkan datang kesini kita terbuka, tunjukan bukti dan beritahu siapa WBP yang diminta uang dan ke siapa ngasihnya. Kalau benar, dengan tegas saya sampaikan akan kita tindak mungkin sampai sanksi penurunan jabatan. Jangan cuma dari telepon jadi tulisan, kan jadi simpang siur dan merugikan. Walau ditulis dugaan namun opini yang terbangun seakan benar kita yang melakukan,” tambah Suherman.

hal senada juga disampaikan oleh Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Klas II Serang, Askari. Dirinya menyebut jika benar ada salah seorang wartawan menelpon dan mengkonfirmasi permasalahan tersebut. Namun saat diminta untuk menunjukan bukti dirinya tidak mendapat jawaban pasti dengan alasan melindungi narasumber.

“Saya sampaikan jika ingin melindungi narasumber silahkan, kita dukung. Kasih tahu orangnya yang mana kita pindahkan selama proses pembuktian ini, selesaikan. Narasumber aman dan apa yang disangkakan juga bisa diperlihatkan untuk dibuktikan. Jadi jangan asal tulis dugaan tapi mengarahkan opini masyarakat,” ungkap Askari diruangan yang sama.

Baca Juga:  Kapolda Banten : Selamat dan Sukses Atas Terlaksananya Rakernas SMSI

Askari juga menjelaskan permasalahan seperti ini kerap terjadi dilingkungan Lembaga Pemasyarakan maupun Rumah Tahanan. Para Warga Binaan biasanya memiliki banyak hutang kepada Warga Binaan Lainnya akibat gaya hidup dan tidak ingin merasa capek didalam Lapas.

“Biasanya kalau minta uang kekeluarga sampai berjuta-juta itu WBP pasti punya banyak hutang, dia gak mau nyuci nyuruh temannya cuci, makan gak mau yang dari lapas ngutang beli lauk-pauk, setiap hari seperti itu akhirnya numpuk hutang. Nanti cerita kekeluarganya buat bayar ini dan itu kalau tidak bayar nanti dipukulin petugas lapas. Sekali lagi saya ingatkan para keluarga itu tidak benar, petugas tidak pernah meminta apapun dari WBP, jika pun ada iuran itu kesepakatan WBP dengan rekan WBP lainnya untuk mereka sendiri bukan petugas,” tegas Askari.

Untuk memastikan hal tersebut awak media menemui salah seorang WBP secara acak untuk mengetahui langsung kehidupan didalam Lapas Klas IIA Serang. Sebut saja Putra (Bukan Nama Sebenarnya/Red), Ia menjalani masa hukuman 6 tahun penjara akibat kasus narkotita. Putra merupakan WBP operan dari salah satu Lapas di Provinsi Banten dan dipindah ke Lapas Klas IIA Serang pada 2016 lalu.

Baca Juga:  Bupati Tuba Winarti Beri Bantuan Kepada Kelompok Wanita Kreatif

Ia menyebut, Lapas Klas IIA Serang lebih baik dibanding tempat ia sebelumnya menjalani masa hukuman. Kamar tempat ia beristirahat serta air pun diakuinya lebih bagus, sehingga tidak ada satupun WBP yang terkena penyakit kulit seperti di Lapas atau Rutan lainnya yang ia pernah singgahi.

“Bagus disini mah kamarnya, airnya bersih. Semuanya juga gratis gak ada yang bayar, kalau ada iuran itumah kesepakatan anak-anak (Warga Binaan/Red) aja dikamar buat beli peralatan mandi sama nambahin lauk pauk aja setiap harinya. Ya kalau gak mau patungan juga gak apa-apa, nikmatin aja yang diberikan sama Lapas,” jawab Putra

Perlu diketahui, sebelumnya berita pungli Lapas Klas IIA Serang ini ramai diberitakan oleh media lokal Banten, dimana dikutip dari media tersebut bahwa ada tindakan pungli dengan membeli kamar sel dan membayar uang pembebasan bersyarat dengan nominal jutaan rupiah, jika tidak membayar uang tersebut, maka narapidana akan dipukuli. (KI/ABT)