Divhumas Polri Gelar Literasi Media Untuk Generasi Milenial Anti HOAX di Banten

BeritaTransparansi.co.id, Cilegon – Di wilayah hukum Polisi Daerah Banten (Polda Banten) untuk Memastikan penggunaan media sosial secara baik dan benar, Divhumas Polri menggelar acara bertajuk literasi media, di Hotel The Royale Krakatau Hotel JL.KH. Yasin Beji No.4 Cilegon, Cilegon – Banten, Kamis (18/7/ 2019)

Dengan menghadirkan beberapa narasumber, dan dihadiri oleh kalangan mahasiswa serta berbagai elemen, acara tersebut di gelar untuk memastikan maraknya penggunaan media sosial yang dapat berdampak negatif, yang menjadi atensi khusus pihak mabes polri, dalam hal nya Divisi Humas (Divhumas) Polri.

Pada kesempatan itu Kepala Divisi (Kadiv) Humas mabes polri Melalui kabag diseminasi div humas polri Kombes Pol Heru Yulianto dalam sambutannya menyampaikan, Pada kesempatan ini, menyinggung kemajuan teknologi. Dirinya meminta masyarakat harus bijak menggunakan media sosial yang tanpa sekat.

Baca Juga:  Menpan RB Resmikan Mall Pelayanan Publik Pemkab Tulangbawang

“Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat, dengan itu masyarakat dapat mengekspresikan diri melalui tulisan, video foto dan lainnya untuk diunggah ke media online dan media sosial melalui internet. Aktivitas media sosial dengan penggunaan internet dapat berimplikasi positif dan negatif,” katanya.

“Pengaruh positif adalah setiap kegiatan sosial dapat disampaikan dan memperoleh informasi dengan cepat sehingga hal ini sangat mendukung kehidupan masyarakat. Namun demikian, hal ini bisa menimbulkan efek negatif apabila pengguna yang berperilaku menyimpang, yang melanggar hukum,” ungkap heru.

Sementara, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi berharap, dengan digelarnya literisasi ini, mampu menciptakan situasi aman, nyaman, dan kamtibmas melalui informasi digital seperti yang saat ini marak terjadi.

Baca Juga:  KI Kalbar Studi Banding ke KI Banten Bicarakan Soal PSI

“Maraknya informasi hoax (konten negatif), maka melalui kegiatan ini, kita semua dapat mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Serta memberikan rasa aman dan nyaman melalui informasi yang positif.” Pungkasnya. (KI)