Ditresnarkoba Polda Banten Berhasil Menggagalkan Peredaran Shabu di Balaraja

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis Shabu seberat 132,72 Gram di sebuah rumah kontrakan di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis dini hari (15/8/2019).

Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Yohanes Hernowo kepada awak media mengatakan, bahwa telah mengamankan dua orang pelaku tindak pidana narkotika jenis Shabu berdasarkan informasi masyarakat sekitar.

“Tersangka yang berhasil diamankan atas nama BS (37) tidak bekerja dan HW (21) tidak bekerja,” Katanya.

Yohanes menjelaskan, awal mula tim Opsnal melakukan penyelidikan terhadap adanya informasi tentang beredarnya penyalahgunaan narkotika. Setelah mengetahui tentang nama dan ciri-ciri, tim Opsnal langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka dan ditemukan barang bukti diatas lantai empat paket narkotika jenis Shabu yang diantaranya didalam sarung tangan seberat 16,86 Gram. 

Baca Juga:  KI Kalbar Studi Banding ke KI Banten Bicarakan Soal PSI

Selanjutnya, ditemukan satu paket besar yang disimpan didalam kantong plastik seberat 48,96 gram, dan 11 paket ukuran sedang disimpan dalam amplop putih seberat 57,90 gram, jumlah keseluruhan barang yang ditemukan di TKP seberat 132,72 gram siap edar.

“Atas perbuatannya kini kedua tersangka harus menerima resikonya dengan dikenakan pasal 112 ayat (1) Jo 132 ayat (1), pasal 127 UU No 35 Th 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan penjara minimal selama 4 tahun. Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Ditnarkoba Polda Banten guna melakukan pemeriksaan lanjut,” ungkap Yohanes.

Sementara Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menghimbau kepada masyarakat untuk hindari narkoba dan mohon peran aktif tokoh masyarakat untuk bisa membantu polisi dan memberantas narkoba dengan cara melaporkan ke Polisi terdekat.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Badan Publik Tetap Berikan Layanan Informasi Publik

“Mengawasi prilaku anak-anak kita dan awasi rumah-rumah kontrakan yang segitu rawan digunakan sebagai tempat transaksi,” tutupnya. (0KI)