Dinsos Lampura Tergetkan Bantuan Sosial Bersumber APBN

BeritaTransparansi.co.id, Lampung – Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara menargetkan seluruh penyaluran program bantuan sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementrian Sosial (Kemensos) berupa Program Keluarga Harapan (PKH).

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), penyandang disabilitas dan bantuan warga yang telah lanjut usia (Lansia) pada tahun 2020 akan sesuai kriteria serta tepat sasaran.

Dalam pemutakhiran pendataan penerima bantuan harus melalui mekanisme musyawarah warga masyarakat terlebih dahulu pada setiap masing-masing desa di 23 kecamatan di Lampung Utara.

“Hal ini dilakukan agar pendataan kepada warga yang akan menerima bantuan nantinya sesuai dengan peraturan yang telah di tetapkan oleh pihak pemerintah,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara Muhamad Erwinsyah., S.stp., Msi Senin (13/01/2020).

Baca Juga:  Maling Hp, Tertangkap Basah Oleh Korban

“Untuk program bantuan PKH merupakan program bersyarat yang artinya bagi para warga calon penerima bantuan tersebut haruslah memenuhi keriteria persyaratan yang telah ditentukan dan bilamana tidak memenuhi keriteria maka kita akan membatalkan atau mencabut bantuan itu dan akan diberikan atau di peruntukan bagi warga yang betul -betul membutuhkan bantuan PKH ini,” sambungnya.

Sementara, ada beberapa program kerja di Dinas Sosial Lampung Utara sendiri di antaranya, kegiatan gelandangan psikotis orang gila yang terlantar/tidak mempunyai sanak keluarga (gelandangan psikotis), warga yang hendak pulang kampung, namun telantar atau terdampar dikarenakan tak memiliki ongkos untuk pulang (orang terlantar).

“Maka Dinsos akan memberikan bantuan dana sebesar Rp. 250.000, sedangkan bagi gelandangan psikotis dalam penangananya kita bekerja sama dengan yayasan Aulia Rahma,” terangnya.

Baca Juga:  Kapolda Banten Pimpin Ziarah Rombongan dan Tabur Bunga di TMP Ciceri

Sementara itu pula di musim penghujan ini guna mengahadapi bilaterjadi bencana alam Dinsos telah membentuk Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang terdiri dari 23 orang serta menyiapkan peralatan bafferstock untuk penanggulangan bencana dan akan berkoordinasi dengan tim Aman Nusa Dua Krakatau yang terdiri dari pihak Kepolisian, Dandim, BPBD, Dinkes, Dinas PU/PR. (Yudhi/Red)