Di PHP Pejabat Tuba, Suntani Harus Rela Kehilangan Janinnya

BeritaTransparansi.com, Tulang Bawang –  Nasib sedih yang menimpa Kntut Suntani bukan hanya diberi Harapan Palsu oleh Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Tulang Bawang (Tuba) I Nyoman Sutamawan, ia juga harus menahan pedihnya kehilangan janin yang dikandungnya.



Saat Redaksi Beritatransparansi.Com menemui korban, ia menuturkan bahwa saat melakukan hal yang tidak terpuji, “saya tidak dibolehkan KB karena apabila saya hamil sekertaris tersebut siap untuk menceraikan istrinya dan menikahi saya dan itu pun saya harus hamil. Setelah saya hamil, bang. Sekertaris tersebut tidak mau bertanggung jawab untuk menghubuginya via telepon,” katanya, Sabtu (18/3).



“Sampai saya mendatangi kantor Dispenda Tuba tersebut, untuk meminta pertanggung jawaban atas kehamilan saya, saya tidak diizinkan masuk kantornya, bahkan saya diusir oleh staf-stafnya dan Sekertaris Dispenda tersebut tidak mengakui memiliki hubungan dengan saya, bahkan saat saya ingin menemuinya saya malah di ancam akan dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ungkap sekertaris tersebut kepada saya saat itu.



“Sebelumnya, saya bekerja di sebuah salon yang memang milik sekertaris tersebut, namun sudah diberikan kepada saya, bahkan hubungan saya dengan I Nyoman terhitung sudah cukup lama, hampir 5 tahun, namun sekarang saya tidak boleh lagi bekerja di salon itu karena akan dijual,”ungkapnya.

“Setelah saya diusir oleh I Nyoman, saya pergi ke Malaysia dengan membawa kandungan saya, sesampainya di Malaysia saya USG lagi dan hasilnya masih ada.”tambahnya.



“Sepulangnya dari malaysia, dengan membawa surat-surat berobat dari rumah sakit I Nyoman siap menandatangani surat tersebut selaku suami saya bahkan sepulangnya saya dari Malaysia I Nyoman sendiri yang jemput sampai ke Batam dan menginap semalam karena I Nyoman ingin memastikan bahwa saya hamil dan I Nyoman pun akhirnya tau bahwa saya benar-benar hamil.” Lanjutnya



“Namun sayangnya, saya mengalami keguguran karena stres dengan janji-janji I Nyoman yang akan memberikan saya rumah dan tuntutan dari keluarga karena saya sudah hamil, namun belum menikah,” Tuturnya.



Lebih lanjut ia menceriatakan “Bahkan, saya kecewa dengan janji-janji sekertaris tersebut. Dengan janji ingin memberikan rumah yang sudah dijanjikan tapi sampai sekarang tidak ada dengan alasan tidak diizinkan oleh keluarganya. Padahal sebelumnya, rumah itu dibangun bersama yang berada di 38 taruna bumi,” Jelasnya.



Untuk diketahui Ketut Sundani memberikan surat kuasa kepada Lembaga Pemantau Penyelenggaraan Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Sahdan Ari AP mendatangi rumah selaku korban dari sekretaris Dispenda Tuba I Nyoman Sutamawan, yang diduga telah memperlakukan Ketut Suntani (34) secara tidak terpuji beberapa tahun lalu.



Selanjutnya Ketut Suntani memberikan surat kuasa penuh kepada LPPNRI Sahdan Ari Ap yang menggantikan dirinya Untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib.



“dengan tindakan yang diduga dilakukan oleh sekretaris Dispenda tersebut sangat tidak terpuji dan telah merusak masa depan Ketut Suntani,maka dari itu  saya diberi kuasa oleh Ketut Suntani untuk melaporkan sekretaris Dispenda Tuba I Nyoman Sutamawan kepada pihak yang berwajib,”jelasnya.



Selanjutnya “kami berharap kepada pihak yang berwajib untuk menangani kasus ini secepat mungkin, sehingga perlakuan tidak terpuji ini bisa dipertanggung jawab kan oleh sekretaris Dispenda tuba tersebut, “tutupnya. (tom)