Dapat Remisi, Irman Bahagia Dijenguk Oleh Keluarga Saat Idul Fitri

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Moment Idul Fitri menjadi momentum paling berharga khususnya bagi umat Islam di dunia. Moment dimana seluruh umat muslim kembali ke Fitri dengan saling meminta dan memaafkan atas apa yang telah dilakukan pada waktu lalu.

Tidak terkecuali masyarakat yang sedang menjalani masa hukuman di Lembaga Permasyarakatan. Pada moment Idul Fitri kali ini Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Serang ramai di kunjungi oleh keluarga Warga Binaan untuk menemui sanak saudara mereka yang masih menjalani masa hukuman.

Salah satunya Irmansyah, salah seorang Warga Binaan Lapas Klas IIA Serang ini mengaku sangat bahagia dengan kedatangan keluaarganya yang membesuk pada Idul Fitri kali ini. Walau bukan pertama kalinya mendapat kunjungan keluarga, namun kunjungan pada moment Idul Fitri memiliki makna yang berbeda bagi dirinya.

Baca Juga:  Tersengat Aliran Listrik, Seorang Pekerja OB di Kantor Desa Kadukempong Tewas Ditempat

“Senang, senang banget. Kalau hari raya Idul fitri gini rasanya beda dengan besukan lainnya. Disini saya bisa merasakan ingin cepat menyelesikan masa hukuman dan kembali berkumpul bersama keluarga dan tidak ingin mengulanginya lagi cukup kali ini saja,” ucap Lelaki yang akrab disapa Irman, Jum’at, 7/6/2019.

Ia mengaku ini Idul Fitri ke-5 dirinya berada di dalam Lapas, dan kembali mendapatkan Remisi masa tahanan atas perlakuan baiknya selama menjalani masa hukuman di Lapas Klas IIA Serang.

“Alhamdulillah dapat remisi, sudah 5 kali (Idul Fitri) belum tahu kapan pulang belum dihitung lagi sisa masa hukumannya. Saya bersyukur keluarga dapat memaafkan kesalahan saya dan masih berusaha datang membesuk saya setiap Idul Fitri,” kata Irman.

Baca Juga:  Pastikan Keamanan Pilkada Serentak, Kapolda Banten Tinjau KPU Cilegon

Menurut Kalapas Klas IIA Serang Suherman, terdapat 715 Warga Binaan dan pada Idul Fitri kali ini ada sebanyak 524 Warga Binaan mendapatkan Remisi Masa Tahanan atau sekitar 30 persen dari total keseluruhan.

“yang mendapat remisi tentunya pertama yang beragama islam, lalu berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman. Kalau untuk Warga Binaan yangtersandung TIPIKOR dan belum mengembalikan uang kerugian negara kita tidak berikan remisi,” pungkas Suherman. (KI)