Bupati Lamteng Himbau Warganya Tidak Ikut Demo 212

Foto saat Mustafa sedang menyampaikan sambutannya pada acara Bhinneka Tunggal Ika, Rabu (23/11/2016)
Foto saat Mustafa sedang menyampaikan sambutannya pada acara Bhinneka Tunggal Ika, Rabu (23/11/2016)

Beritatransparansi.com, Lampung Tengah – Meneruskan himbauan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk tidak mengikuti demo 2 Desember, Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa meminta masyarakat Lampung Tengah untuk mengikuti himbauan tersebut.

 

Himbauan ini disampaikan Mustafa dalam acara silaturahmi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di gedung Sesat Nuwo Balak, Rabu, (23/11/2016.). Acara dihadiri dari berbagai seluruh elemen masyarakat mulai dari TNI, Kepolisian, kepala kampung, tokoh masyarakat dan camat.

 

Mustafa menegaskan tidak bertanggung jawab kepada warga yang mengikuti demo. “Himbauan sudah disampaikan. Ini kami sampaikan sesuai instruksi Kapolri. Jika masih ada warga yang tetap nekad mengikuti demo, kami tidak bertanggung jawab jika terjadi apa-apa. Karenanya saya minta himbauan ini dipatuhi,” ungkapnya.

 

Alih-alih mengikuti aksi demo, Mustafa mengajak masyarakat untuk mendoakan bangsa ini tetap aman, bersatu dan tidak ada gejolak yang mengarah perpecahan NKRI. Masyarakat diminta untuk tidak mudah terpancing informasi-informasi yang bersifat provokasi.

 

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kita jadikan perbedaan sebagai kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Kita adalah bhineka, kita adalah satu, kita adalah NKRI. Jangan sampai terpecah belah hanya karena kedok perbedaan suku, agama atau budaya,” tegas Mustafa.

 

Di Lampung Tengah sendiri, lanjut Mustafa, upaya menjaga keamanan dan stabilitas daerah dilakukan dengan mengerahkan seluruh elemen masyarakat. Linmas digerakkan,Babinkatibmas,dimaksimalkan,dan masyarakat diminta berpartisipasi menjaga keamanan lewat ronda.

 

“Tak hanya mengandalkan TNI dan aparat kepolisian, tapi semua elemen kami berdayakan. Masyarakat diminta ikut bertanggung jawab menjaga keamanan dengan aktif ronda. Jika semuanya mau bergerak, mudah-mudahan masyarakat jadi solid dan tidak mudah terpecah belah,” tandasnya.

 

Sementara itu, Dandim 0411 LT Letkol Inf. Jajang Kurniawan dalam pemaparannya mengajak masyarakat untuk dapat menghadapi tantangan-tantangan yang mengancam keutuhan bangsa.

 

“Cegah hasutan dan provokasi yang memecah belah. Indonesia dikenal dengan keanekaragaman dan kekayaan kebudayaan. Mari bersatu di tengah kemajemukan yang ada, jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk bercerai berai,” tegasnya.

 

Selain bupati dan dandim, Forkopimda juga mendapatkan pencerahan dari Kapolres Lampung Tengah AKBP Dono Sembodo terkait toleransi dan menjaga stabilitas daerah. Acara tersebut mengusung tema “Bersama toga, todat, tomas, toda dan komponen masyarakat dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika dan menyukseskan pembangunan di Kabupaten Lampung Tengah”. (angga/red)