Bulan Ramadhan Dimasa Pandemi Corona, Pertamina Dan Hiswana Migas DPC Banten Jamin Stok Gas 3kg Aman

BT, Serang – Jamin ketersediaan Gas LPG 3kg pada masa pandemi corona Covid 19 dan selama bulan Romadhon.Hiswana Migas DPC Banten himbau warga mampu untuk tidak ikutan komsumsi gas bersupsidi.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Gas Elpiji Hiswana Migas DPC Banten Yudi Lukman pada wartawan dikantornya, Rabu, 06/05/2020.

Yudi menerangkan, pada perinsipnya, pertamina dan Hiswana Migas DPC Banten menjamin ketersediaan stok ketersediaan gas melon 3kg ditengah pandemi covid 19 dan bulan Romadhon saat ini, khususnya untuk seluruh wilayah DPC banten yang meliputi Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan juga Kota Cilegon. terutama dalam memasuki bulan puasa dan menjelang hari raya tahun ini.

“Dalam menjaga stok yang ada, pada bulan april kemaren pihak pertamina telah menggelontorkan Extra Droping sebanyak 450 persen dari alokasi harian atau dengan total tabung yang digelontorkan selama bulan april sebanyak 157.500 tabung, dan untuk bulan mei kami juga menggelontorkan dari tanggal 01 sampai dengan 17 mei nanti sebanyak 300 persen menurut alokasi harian, jadi jumlah tabungnya khusus untuk bulan mei ini saja sampai dengan akhir minggu ini kita bisa diserap sebanyak 105.000 tabung yang digelontorkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Temuan Mortil Buat Warga Kota Serang Geger

Dalam menjaga pasokan dan ketersediaannya ditingkat bawah, Yudi menjelaskan bahwa pihaknya juga telah membuat satgas dari tiap tiap agen yang ada di wilayah guna lakukan pengawasan.

“Satgas tersebut kita buat dari tiap agen yang kita wajibkan untuk membuat satgas ditiap pangkalannya minimal tiga pangkalan tiap agen guna lebih terjangkau,” jelasnya.

Selain itu, terang Yudi, guna memudahkan masyarakat dan menjaga ketersediaan stok Gas 3kg, seluruh SPBU yang ada juga diharuskan untuk bisa melayani masyarakat jika ada yang ingin membeli gas 3kg langsung dan spbu tersebut khusus menyediakan gas 3kg.

“SPBU kita berdayakan, kita stok keberadaan gas 3kg untuk melayani masyarakat dan tidak melayani pengecer, tidak boleh menjual selain pengguna langsung rumah tangga atau UMKM, hal ini kita lakukan guna melayani masayarakat, kami terus memonitor mengantisipasi supaya dampak dari pandemi covid 19 ini tidak menjadi masalah dalam kelangkaan gas lpg 3kg ini, terlebih lagi di bulan romadhon ini dimana banyak sekali aktifitas masyarakat dalam masak memasak, dan nanti juga dalam waktu dekat menjelang idul fitri, kita juga akan buat satgas sampai dengan 14 hari setelah lebaran, kita akan tetap fokus dengan tugas kami masing masing untuk menjaga keberadaan gas 3kg dipasaran, terlebih didalam area area yang cukup luas seperti kabupaten serang.” terangnya.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Satgas TMMD Bagikan Ratusan Masker Kepada Warga

Jadi, Yudi menghimbau, masyarakat tidak perlu khawatir dengan keberadaan lpg gas 3kg, karana pihaknya selalu memantau dan selalu koordiasi dilapangan dan akan segera secepat mungkin mengambil langkah tindakan untuk memenuhi bilamana terjadi kelangkaan yang terjadi. dan apabila nanti pada H+14 pun dampak pendemi covit 19 ini masih berlangsung dan mengharuskan pihaknya tetap siaga dalam stok ketersediaan gas khususunya 3kg, pertamina dan Hiswana Migas DPC Banten siap menjalankan tugas untuk memonitoring ketersediaam seluruh barang elpiji gas 3kg dipasaran.

“Kami juga menghimbau pada masyarakat khususnya pada seluruh masyarakat golongan atas yang memang mampu dan tidak diperkenankan untuk memakai barang bersupsidi untuk tidak membeli gas 3kg yang mang dioeruntukkan untuk orang miskin, mempunyai kesadaran untuk membeli barang yang non subsudi seperti barang yang telah kita sediakan dipertamina brett gas yang ukuran 5,5kg dan 12kg, karna bilamana ada pemakaian dari masyarakat yang kelas menengah keatas dengan gas bersupsidi 3kg dipasaran akan mempunyai dampak pada orang orang yang tidak mampu pada saudara saudara kita yang masih berkekurangan.” tandasnya. (Red)

Baca Juga:  Taruna Akpol 2020, Kapolri : Jangan Lupa Katakan Tolong, Maaf dan Terima Kasih