BI Jalin Kerjasama Dengan Kanwil Perbendaharaan

PONTIANAK – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Perbendaharaan Provinsi Kalbar, Supendi mengatakan pertumbuhan perekonomian suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi makro yang diambil oleh para pemangku kepentingan.
Supendi mengatakan seperti diketahui bersama diantara kebijakan tersebut adalah kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.
Untuk triwulan l tahun 2016, ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Kalbar yang mencapai sebesar 5,93% Iebih tinggi dari pada pertumbuhan ekonomi nasional yaitu sebesar 4,92%, sedangkan target Pemerintah Provinsi Kalbar sesuai dengan RPJM Daerah adalah sebesar 6,05% pada tahun 2016.

Melalui kerjasama pertukaran data dan informasi ini, ia mengatakan maka diharapkan tercipta sinergi antara liskal dan moneter di Kalbar sehingga pada akhirnya dapat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional Kalbar.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan ia katakan mempunyai visi “Menjadi Pengelola Perbendaharaan Negara Yang Unggul di Tingkat Dunia” selanjutnya sesuai dengan penataan organisasi dan arahan Menteri Keuangan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan harus menjadi wakil Kementerian Keuangan di daerah dibidang Fiskal.
Ia mengatakan dengan demikian maka Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalbar berperan penting di dalam pengelolaan flskal di Kalbar.
Hal ini ia katakan sejalan dengan visi Bank Indonesia adalah “Menjadi Lembaga Bank Sentral Yang Kredibel dan Terbaik di Regional Melalui Penguatan Nilai-Nilai Strategis Yang Dimiliki Sena Pencapaian lnflasi Yang Rendah Serta Nilai Tukar Yang Stabil”.
“Salah satu misinya adalah mencapai stabilitas nilai rupiah dan menjaga efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, hal ini sejalan dengan program transformasi Bank lndonesia yaitu penguatan peran kantor Bank Indonesia di daerah, dengan demikian maka Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar mempunyai kontribusi yang besar pada pengembangan ekonomi dan menjaga stabilitas moneter Kalbar,” ujarnya usai MoU dengan Bank Indonesia pada Selasa, (17/5/2016).
Supendi juga mengatakan dalam peIaksanaan perjanjian kerjasama ini akan tercipta suatu pertukaran data yang Iebih baik sehingga Kajian Fiskal Regional dan Kajian Ekonomi Dan Keuangan Regional bisa tersusun tepat waktu den Iebih berkwalitas yang pada akhirnya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh stakeholder sebagai bahan pengambllan keputusan.
Penulis: Maskartini
Editor: Mirna Tribun
Sumber: Tribun Pontianak

Baca Juga:  Bupati Tuba Winarti Beri Bantuan Kepada Kelompok Wanita Kreatif