Besok, PWI Akan Lapor ke Propam Polda Lampung Soal Jurnalis ditangkap Saat Liputan

BeritaTransparansi.com, Bandar Lampung,- Berebut berita eklusif dan real time di tengah terjadinya sebuah moment Peristiwa luar biasa memang menjadi tantangan sendiri bagi para awak media, namun bagaimana jika saat proses peliputan tersebut di ‘halangi’ oleh sejumlah oknum hingga berujung pada sebuah ‘Penangkapan’ ?


Etika tak bersahabat itu di alami oleh seorang jurnalis media cetak translampung, Yudi Indrawan. Kejadian tersebut berlangsung saat korban sedang meliput kerusakan kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Tegineneng, Pesawaran. Yang belakangan diketahui rusak akibat diamuk massa yang merasa tak terima warganya ditembak polisi.


Informasi yang di dapat pada jum’at (17/03/17) Saat sedang asyik berjibaku dengan aktivitas peliputan, yudi berusaha mengabadikan sebuah foto saat penangkapan beberapa orang warga terduga perusak kantor mapolsek setempat berlangsung, namun malang baginya pengambilan foto itupun dilarang oleh salah seorang oknum anggota polwan.


“Ini mau laporan, alasan mereka gw diamanin karna belum ijin dari kapolda untuk ngambil gambar di TKP makanya gw diamanin (dibawa) Kapolres Pesawaran bersama dengan tersangka perusakan Polsek Tegineneng,”Kata Yudi.

Baca Juga:  Bupati Tuba Winarti Ikuti Kegiatan Simbolis Suntik Vaksin Covid-19

Setelah lama ditanyai di Mapolres Pesawaran akhirnya Yudi dilepaskan, namun bagi rekan sejawat dan sesama wartawan yang meliput saat itu banyak yang mengupat dan menyayangkan kejadian tersebut, pun bagi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Sipriyadi Alfian yang turut angkat bicara atas kejadian itu.


“Informasi dari GM Translampung bapak Komar, Yudi ditangkap dan dibawa ke Polres Pesawaran, untungnya setelah komunikasi Yudi dilepas, tapi atas kejadian ini Kita (PWI) segera akan meminta klarifikasi pada pihak Mapolres Pesawaran atas kejadian salah tangkap itu,”Kata Supriyadi Alfian, melalui telpon, Jum’at (17/03/17).


Selain itu, Supriyadi juga menjelaskan, apa yang dilakukan yudi dalam aktivitas kewartawanan nya dalam menghimpun berita sudah benar saat itu karena Yudi hanya berusaha mengambil gambar kejadian dan telah menunjukan kartu identitas profesinya (Pers ID-card).

“Si wartawan (Yudi) sudah tunjukan kartu pers nya saat meliput, kejadian seperti penangkapan itu tentunya menghasilkan berita yang valid dan aktual, Kenapa wartawan ikut ditangkap,” tegasnya.


Sementara itu, menurut anggota struktural PWI Lainya yakni Juniardi (bagian provokasi/pembelaan wartawan) menyatakan siap membela hak wartawan yang di duga telah mendapat perlakuan tak baik oleh sejumlah oknum polisi saat itu sehingga sebagai tindak lanjut ia menyatakan akan melaporkan pada Bagian Propam polda Lampung atas kejadian salah tangkap itu.


“Yudi Besok jam 9 kita tunggu Yudi di PWI, Habis itu kita Ke Polda lampung untuk melakukan pelaporan, bila teman-teman ingin mendampingi mari besok kita bersama-sama kawal kasus ini,”Tutupnya. (Tom)