Berkat Ronda, Angka Kriminalitas di Lampung Tengah Menurun

Beritatransparansi.com, Lampung Tengah – Sebagai salah satu kearifan local, ronda menjadi program pilihan yang diambil Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa dalam mewujudkan keamanan di Lampung Tengah. Ronda dinilai langkah paling efektif dalam meningkatkan kondisifitas dan stabilitas daerah.

 

Sejak digulirkan, ronda terbukti berhasil menekan kejahatan di kabupaten berjuluk Bumi Jejamo Wawai ini. Seperti diakui kepala kampung Poncowati, Gunawan. Ia menuturkan keamanan di wilayahnya semakin baik sejak ronda diaktif secara menyeluruh. Bahkan kini tantangan kejahatan justru terjadi pada siang hari, bukan malam hari.

 

“Alhamdulillah kesadaran warga mengikuti ronda sudah tinggi. Malam hari Insya Allah tidak ada celah untuk melakukan aksinya. Sekarang tantangan kami justru di siang hari pada kisaran pukul 10.00 sampai 15.00 WIB. Untuk menyiasatinya kami mengaktifkan Linmas untuk melakukan patrol,” ungkap Gunawan, Minggu, (4/12/2016).

 

Meski tak menyebutkan jumlah persentase, Gunawan mengakui bahwa ronda sangat efektif untuk meningkatkan keamanan. Menurutnya ronda juga mampu meningkatkan kebersamaan dan sikap solid di kalangan warga.

 

“Tinggal kerjasama dengan kepolisian, kami harap bisa ditingkatkan. Sesekali kepolisian seharusnya melakukan patroli atau mendampingi warga melakukan ronda,” imbuhnya.

 

Senada disampaikan Sidiq Purnomo, kepala kampung Gayabaru. Dikatakannya kriminalitas seperti curanmor, begal dan pencurian berkurang sejak program ronda diaktifkan. Ia juga mengaku sangat terbantu atas bantuan Pemkab yang menggulirkan dana Rp 5 juta untuk pembangunan pos ronda setiap kampung.

 

“Kriminalitas berkurang jauh. Curanmor, begal dan pencurian semakin berkurang. Ronda memang sangat bermanfaat untuk meningkatkan keamanan. Ini kami rasakan betul. Karenanya kami akan selalu mendukung program ronda ini,” ujar dia.

 

Sementara itu bupati Mustafa mengatakan banyaknya aksi kriminalitas di Lamteng membuat dirinya selaku kepala daerah mengajak warga untuk aktif ronda. “Sebelum ada ronda, di Lamteng ini sering terjadi konflik antar warga dan aksi kriminalitas. Nah, dengan kegiatan ronda ini mampu menjaga kerukunan antar warga dan menutup ruang gerak pelaku kriminal, tindak kriminalitas pun menurun,” katanya.

 
Dulu sebelum ada kegiatan ronda, lanjut Mustafa, banyak warga yang tidak berani ke luar rumah karena takut menjadi korban kejahatan. Sejak ronda diaktifkan, menurutnya kejahatan di Lampung Tengah berkurang hingga 70 persen.

 

“Setelah ada ronda, kampung ada kehidupan dan ada musyawarah malam hari. Warga pun tidak pelu lagi takut ke luar rumah. Pelaku kriminal pun harus berpikir dua kali jika berbuat kejahatan kalau melihat aktivitas ronda,” ujarnya. (bt/red)