Baku Tembak Dengan Polisi, Bandar Narkoba dihadiahi 4 Butir Peluru

Kapolda Lampung Irjen Sudjarno saat ekspose kasus di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Bonifasius Tampoi dan Direktur Reserse Narkoba Kombespol Abrar Tuntalanai.
Kapolda Lampung Irjen Sudjarno saat ekspose kasus di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Bonifasius Tampoi dan Direktur Reserse Narkoba Kombespol Abrar Tuntalanai.

Beritatransparansi.com, Bandar Lampung – Deretan nama-nama bandar narkoba yang tewas dengan timah panas petugas Direktorat Eserse Narkoba Polda Lampung Kian banyak, pasalnya selalu melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

 

Baru-baru ini Polda Lampung pada tanggal (7/3) sekitar pukul 00.30 WIB di jalan Saleh Raja Kusuma Yuda, Kelurahan Sumurputri, Telukbetung Utara tembak mati bandar narkoba bernama Ade Yunizar alias Kojek alias Lahor (40) Warga Jalan Yos Sudarso Gang Ikan Kacangan, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumiwaras, Bandar Lampung.

 

Tindakan tegas tersebut terpaksa diambil lantaran Kojek melakukan perlawanan saat hendak ditangkap dengan menembak petugas.

 

“Keberhasilan ungkap kasus itu berkat laporan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan,” ujar Kapolda Lampung Irjen Sudjarno saat ekspose kasus di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara.

 

’’Petugas membuntuti tersangka yang mengendarai motor matik Yamaha Mio di Jalan Saleh Raja Kusuma, Sumurputri. Tersangka mulai curiga, kemudian berhenti dan mengeluarkan senjata api dari pinggangnya langsung mengarah ke petugas,” terangnya.

 

Karena merasa terancam, tambahnya, petugas terpaksa menembakan 4 butir peluru yang langsung mengarah ke dada.

 

’’Tembakan petugas mengenai dada depan serta sepeda motor. Kemudian tersangka tewas saat dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara,” ungkapnya didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Bonifasius Tampoi dan Direktur Reserse Narkoba Kombespol Abrar Tuntalanai.

 

Saat digeledah, petugas berhasil menemukan empat paket narkoba jenis sabu-sabu (SS) seberat 335 gram, empat bungkus plastik berisi pil ekstasi atau ineks sebanyak 1.200 butir, dua ponsel, satu timbangan digital, dua kartu ATM, dan uang tunai. Barang bukti itu disimpan tersangka di boks dalam jok motornya.

 

Petugas juga menyita satu unit motor Yamaha Mio BE 4585 CX, satu bungkus plastik klip, sepucuk senjata rakitan jenis revolver, dan tiga butir peluru. (Tam/red)