ATK Penjaga Toko Kosmetik Yang Jual Obat-obatan, Terancam Hukuman 10 Hingga 15 Tahun

BeritaTransparansi.co.id, Serang – Seorang penjaga toko kosmetik yang berinisial ATK (25) berhasil diamankan aparat kepolisian Satresnarkoba di jalan raya Bhayangkara, Cipocok Jaya , Kota Serang – Banten, Minggu (28/7/2019).

ATK diamankan setelah pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Cipocok Jaya mendapatkan penyerahan pelaku yang sebelumnya telah diamankan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Reformasi Masyarakat (Geram) di jalan raya Bhayangkara.

“Setelah diserahkan dari Polsek, Polsek Melimpahkan ke Satresnarkoba Polres. Bersama barang bukti 10 lempeng obat keras jenis Tramadol,” Kata Kasat Narkoba Polres Serang Kota AKP Wahyu Diana di ruang kerjanya, Senin (29/7/2019).

Wahyu menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka memang mengaku telah menjual obat terlarang itu.

Baca Juga:  Bupati Tuba Lantik Pejabat Fungsional Dan Pejabat Eselon III/IV

“Saksi dan tersangka sudah diperiksa, barang bukti sudah diamankan, tinggal proses selanjutnya uji lab dan proses penyidikan lebih lanjut, ATK telah mengedarkan atau menjual belikan golongan obat daftar G yang seharusnya penggunaannya berdasarkan resep dokter dan tidak dijual bebas,” katanya

“Kalau dilihat barang bukti yang ada, dia (tersangka-red) menjual berupa obat jenis tramadol, hingga saat ini kami masih melakukan proses pengembangan,” jelasnya

Lebih lanjut, ia menjelaskan, tersangka telah memperjual belikan obat yang tidak sesuai peruntukannya.

“Ia terancam pasal 196, 197 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, ancaman hukuman 10 hingga 15 tahun. Hanya 10 lempeng obat tramadol,” jelasnya

Saat ini, masih banyak kaum muda yang menggunakan obat-obatan terlarang yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Baca Juga:  Peringati HUT Ke-24, DPRD Tuba Gelar Rapat Paripurna

“Tramadol termasuk golongan obat kimia jenis analgesik opiat. Obat itu sebenarnya digunakan mulai anak usia 12 tahun hingga dewasa. Namun, yang perlu diingat obat ini hanya diperuntukkan pasien yang baru saja menjalani operasi, dan tentu saja tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang apalagi berulang-ulang,” tandasnya. (KI)