Amas Tadjuddin: Tingkatkan Kerukunan dan Benahi Kemacetan Kota

Amas Tadjudin diapit Wali Kota dan Ibu Vera Nurlaila Jaman, menuju Kota Serang Cantik
Amas Tadjudin diapit Wali Kota dan Ibu Vera Nurlaila Jaman, menuju Kota Serang Cantik

beritatransparansi.com, SERANG – Hari ini (10/8), sepuluh tahun sudah Kota Serang berdiri, rangkaian giat ulang tahun diawali upacara di lapangan pusat pemerintahan Kota Serang di kawasan KSB, dipimpin ispektur upacara Wali Kota Serang, dihadiri tamu kehormatan Amas Tadjuddin, tamu undangan KH Mahmudi,  Dr H Asnawi Sarbini,  KH Hidayatullah, diikuti oleh seluruh pegawai dan staff pemkota dan kecamatan se Kota Serang. Dihadiri juga oleh Wakil Wali Kota, Kapolres Kota,  Dandim Serang dan seluruh unsur forum pimpinan daerah Kota Serang.

Amas Tadjuddin yang juga Sekretaris Umum MUI Kota Serang saat dimintai komentarnya oleh media ini memberikan tanggapanya bahwa Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten merupakan kota yang sangat strategis yang harus ditata secara baik cerdas dan modern.

“Pemerintah harus sanggup dan mampu meningkatkan kualitas kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat, senantiasa menjamin kenyamanan hidup warganya, setiap saat harus siap memberikan rasa aman tertib dan rukun bagi kehidupan warganya menuju terwujudnya masa depan Kota Serang Madani”, ujar Amas Tadjuddin di lokasi upacara, Kamis (10/8).

Amas Tadjuddin juga menegaskan bahwa “sepuluh tahun waktu sudah cukup bagi pemerintah untuk hadir dirasakan ditengah tengah kehidupan masyarakat,” tambahnya.

“Bahwa masih ada faktanya kaum mustadafin yang belum tersentuh, infrastruktur jalan dan bangunan belum maksimal, kemacetan transportasi dalam kota semakin parah, mutu pendidikan seni dan budaya serta potensi wisata Banten Religi (Banten Lama) yang masih semerawut, merebaknya penyakit masyarakat, miras, dan penyalahgunaan narkoba, hal tersebut merupakan persoalan-persoalan yang harus mendapatkan perhatian dan keseriusan untuk mencari solusi dan membenahinya menuju Kota Serang masa depan, kira kira menuju Kota Serang Cantik lah begitu,” kata Amas.

Menurut Amas, Khusus dibidang kehidupan kerukunan umat beragama pemerintah Kota Serang senantiasa wajib berpedoman kepada PBM 9 dan 8 terutama perizinan rumah ibadah, karena dampaknya sangat luas dan sensitif, bisa saja memicu konflik keagamaan dan menimbulkan keresahan.

“Dirgahayu Kota Serang Madani Rukun damai aman dan cantik,” tutupnya. (bt)