Amas Tadjuddin : “Perempuan Potensial Cegah Faham Terorisme”

Tangerang (19/10) bertempat di Hotel Grand Serpong Tangerang berlangsung kegiatan Rembuk Kebangsaan bertema Perempuan Pelopor Perdamaian, menghadirkan narasumber nasional (domisili Jakarta) dan Narasumber Daerah Amas Tadjuddin (sesuai domisili daerah) selaku pemerhati gerakan radikal terorisme dari FKPT Banten, diikuti sekira 100 orang tokoh perempuan (aktivis) se Banten diantaranya Hj Rumiah K (Ketua FKPT Banten), Dr Hj Jundah MA (tokoh tangsel), Suhartina Wirawan, ST (Kab Tangerang), Edah Suhaedah (Citra Raya), Ida Bastian (MUI), Ida Mahmudah (Fatayat) dan sederet tokoh perempuan lainya.

Ketua FKPT Banten Hj. Rumah bersama peserta Rembuk Kebangsaan

Amas Tadjuddin dalam paparanya menyatakan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran faham dan gerakan radikal terorisme.

Selanjutnya Amas menguraikan penyebab seseorang terpapar ikut gerakan terorisme diantaranya faktor dendam kesumat dan kebencian, diskriminasi kebijakan (regulasi), keliru memahami isi kitab suci, kemiskinan dan idiologis.

“Jika ada orang islam demo teriak Allahu Akbar, tidak sedikit media memberitakanya sebagai tindakan makar, tapi sebaliknya ada demonstran tertentu bahkan sampe larut (diluar aturan dan tidak ada izin) sampai malam tidak ada yang menuduh makar, ini hal pertama contoh dari diskriminasi kebijakan,” terang Amas.

Ketua FKPT Banten bersama Aktivis perempuan Tangerang Raya

Demikian juga insiden tertindasnya kaum muslimin diberbagai belahan dunia seperti palestina dan rohingya memicu kebencian meluas dimana mana terhadap bangsa negara para pelakunya, sehingga memicu dendam dan membalasnya dimanapun mereka berada.

Inilah contoh pemicu gerakan dendam yang dituduh radikal terorisme oleh dunia barat, dan tidak sedikit yang jadi korban terdampak adalah kaum perempuan, oleh karena itu perempuan harus tampil memberikan solusi pencegahan seraya tangan terkepal dan maju kemuka.

“perempuan dengan karakter kelembutanya sebagai seorang ibu akan mampu melakukan upaya pencegahan terorisme secara efektif, dimulai dari keluarga terdekat sampai pada lingkungan yang lebih luas” demikian paparan Amas Tadjuddin yang juga Sekretaris Umum MUI kota Serang kepada media ini kemarin.

Rembuk Kebangsaan perempuan pelopor perdamaian yang diselenggarakan oleh BNPT RI menurut Amas Tadjuddin merupakan momentum penting untuk memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan kepada masyarakat lebih luas melalui peran para aktivis perempuan sehingga tercipta suatu kondisi damai terbebas dari gerakan dan faham terorisme di Provinsi Banten, demikian kesimpulan Amas Tadjuddin selaku narasumber daerah. (Bt)