Aktivitas Penambangan di Puloampel Resahkan Warga

Beritatransparansi.com, Serang, Aktivitas penambangan di kawasan Puloampel Kabupaten Serang semakin meresahkan masyarakat. Pasalnya aktivitas tersebut bukit-bukit dibabat habis dan menimbulkan debu disekitar lokasi yang dekat sekali dengan hunian warga.

 

“Ketika bukit-bukit dilukai, tanah dikupas struktur tanah yang subur menjadi hilang. Tanah subur itu biasanya ada di bagian lapisan atas, karena mereka menambang batu, tanah yang subur itu dibuang begitu saja,” terang NP Rahadian, Direktur Eksekutif Rekonvasi Bumi yang dilansir dari BantenNews.co.id, Senin (29/8/2016).

 

“Karena penambangan terus menerus terjadi sedimentasi yang parah di lokasi tersebut, Ketika hujan turun, air merah artinya sangat sedimentif dan terjadi pendangkalan sungai di mana-mana,” ujar pria yang biasa akrab dipanggil nana tersebut.

 

“Seharusnya, wilayah tersebut menjadi daerah resapan air ketika hujan turun. Namun ketika pendangkalan area tampung hujan semakin hilang akibatnya akan banjir di lokasi tersebut,” tambahnya.

 

Eka salah seorang warga Puloampel mengaku dirinya sering terjadi gangguan pernapasan akibat debu yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan tersebut. “Debunya kan sampai ke sini. Kalau lagi hujan memang nggak terlalu kerasa, kalau lagi musim panas itu yang banyak,” ujar Eka menjelaskan.

 

“Selain itu aktivitas ini dapat merusak jalan. Pasalnya transportasi pengiriman material batu hasil tambang melintasi sepanjang Puloampel sampai ke Bojonegara,” pungkas Eka. (bt)