Berita  

Kekerasan kepada Wanita Melambung Di Mana Perlindungan?

Rumah Bukan Lagi Benteng: Kekerasan Wanita Melonjak, Perlindungan Tersangkut di Mana?

Di tengah hiruk pikuk kemajuan zaman, sebuah ironi kelam terus membayangi: angka kekerasan terhadap wanita justru menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Dari ranah domestik hingga ruang publik, perempuan kerap menjadi korban—fisik, verbal, psikis, hingga seksual—sementara pertanyaan besar menggantung: di mana perlindungan yang seharusnya?

Faktor-faktor penyebabnya kompleks, mulai dari patriarki yang mengakar, tekanan ekonomi, hingga penggunaan teknologi yang disalahgunakan untuk melancarkan ancaman dan pelecehan. Kekerasan ini seringkali tersembunyi, terjadi di balik pintu tertutup, atau bahkan di dunia maya yang tampak tanpa batas, membuat korban merasa terisolasi dan takut untuk bersuara.

Meskipun berbagai regulasi dan lembaga perlindungan telah dibentuk, efektivitasnya sering dipertanyakan. Proses hukum yang berlarut-larut, stigma terhadap korban, kurangnya sumber daya bagi pusat krisis, serta mentalitas menyalahkan korban masih menjadi penghalang utama. Seolah-olah, sistem yang seharusnya melindungi justru kerap ‘tersangkut’ atau bahkan memperparah penderitaan korban, bukan menyediakannya benteng keamanan.

Ini bukan hanya masalah perempuan, melainkan cerminan kegagalan kolektif sebuah masyarakat. Untuk menghentikan gelombang kelam ini, diperlukan revolusi mental dan struktural: penegakan hukum yang tegas tanpa kompromi, pendidikan kesetaraan gender sejak dini, peningkatan dukungan psikososial bagi korban, dan yang terpenting, masyarakat yang berani bersuara dan tidak lagi mentolerir segala bentuk kekerasan. Hanya dengan komitmen tanpa kompromi, kita bisa memastikan bahwa setiap wanita berhak hidup bebas dari rasa takut dan kekerasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *