5 Pelajar Asal LamSel Tewas Tergulung Ombak Pantai Saat Liburan

BeritaTransparansi.co.id, Lampung – Pelajar asal Katibung Lampung selatan tenggelam dan tergulung ombak saat liburan dipantai Dusun Sinar Laut, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Kamis, 6/6/2019, Kejadian itu menimpa mereka sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepala kepolisian resor (Kapolres) Lampung Selatan (Lamsel) AKBP M. Syarhan membenarkan kabar peristiwa tenggelamnya pelajar asal Katibung, Lamsel tersebut.

“Ya, benar ada peristiwa tenggelamnya pelajar di Dusun Sinar Laut, Desa Tarahan,” ujarnya

“Ada tujuh (7) orang yang tenggelam, dua (2) selamat,” tambahnya

Menurut mantan Kapolres Pesawaran ini, lima pelajar yang tenggelam tersebut yaitu Fikri (16), warga Desa Tanjung Ratu, Dusun Rejo Agung, Kec. Katibung, Lamsel, Ian (16) warga Desa Batu Liman, Kec. Candi Puro, Nisa (14) warga Desa Tanjung Agung Dusun Rejo Agung Umbul Jambu Kec. Katibung, Sukri (16) warga Desa Tanjung Agung Dusun Rejo Agung, Kec. Katibung, dan Rizki (16), warga Desa Tanjung Ratu, Dusun Umbul Jambu, Kec. Katibung.

Baca Juga:  SS Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi

Sedangkan dua korban selamat yaitu, Yansyah (13), warga Tanjung Ratu, Dusun Way Jambu, Kec. Katibung dan Rizka (14), warga Desa Batu Liman Kec. Candi Puro.

“Kelima korban saat ini sudah dibawa ke rumah duka,” sebutnya.

Kapolres menerangkan kronologis peristiwa tersebut, terjadi saat para korban ingin berenang di laut. Mereka datang dengan jumlah 12 orang dan tiba di Dusun Sinar Laut sekitar pukul 11.30 WIB dan pada pukul 12.00 WIB mereka berenang.

“Memang Dusun Sinar Laut Desa Tarahan itu tujuan para korban. Pada saat akan berenang itu tiba-tiba datang ombak besar yang langsung menghantam ke tujuh korban dan menyeretnya ke tengah laut,” jelasnya.

Baca Juga:  Kasus Meningkat, Gubernur Banten Segera Berlakukan PSBB di Semua Wilayah

Setelah dicari selama 30 menit barulah kelima korban tersebut ditemukan para petugas gabungan dari pihak kepolisian dan Basarnas. “Saat ditemukan, lima orang didapati dengan nyawa sudah tidak bisa diselamatkan lagi,” pungkasnya. (Abt)